“Taman baca di desa? Buat apa?” Saya yakin banyak orang yang berkata seperti itu ketika mendengar rencana pendirian sebuah “Taman Baca” di desa Margomulyo. Secara umum, diakui atau tidak, masih banyak orang orang Indonesia yang tidak suka membaca sehingga mereka tidak tahu apa itu taman baca. Apalagi untuk daerah "terhimpit pembangunan" seperti di desa kami. Maka dari itu sebelum saya menulis lebih lanjut tentang pentingkah taman baca bagi masyarakat di desa Margomulyo, balen, Bojonegoro, alangkah baiknya saya menjelaskan dahulu apa itu taman baca.
Dari urain setiap kata, kata "Baca" merupakan kata kerja. Contoh kata dalam kalimat ” Saya baca buku” memiliki arti aktif, bahwa saya melakukan sesuatu (membaca). Ketika kata "Taman" dipadukan dengan kata baca maka menjadi susunan kata baru dengan makna yang lebih kuat, ”Taman Baca”. Akhirnya, kalimat "Taman Baca" memiliki makna dan pengertian aktif, yakni "Taman itu memiliki fungsi sebagai tempat membaca".
Kemudian, dari uraian diatas maka kitapun dapat mengambil kesimpulan bahwa pengertian Taman Baca Masyarakat, yaitu tempat membaca bagi masyarkat.
Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah, penting gak sih Taman Baca Masyarakat itu? karena mungkin selama ini, sejumlah fasilitas membaca, seperti perpustakaan, terasa menakutkan karena terkesan hanya orang sekolahan yang masuk ke dalamnya dan hanya orang orang yang berkaca mata tebalah yang cocok masuk ke tempat seperti itu. Adalah Heri Hendrayana Harris, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, yang mengatakan bahwa TBM bisa berada di garda depan pemberantasan buta aksara dan menumbuhkan minat baca karena "saking" mudahnya diakses masyarakat, tidak eksklusif, dan membumi. Pada TBM, warga setempat dapat mengakses berbagai referensi, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas untuk beraktivitas sesuai karakter dan potensi daerah tersebut. “Taman-taman bacaan yang ada perlu difasilitasi untuk berbagai praktik cerdas dan terbaik pengelolaan sehingga taman bacaan dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional”
Jadi, saya menyimpulkan, Taman Baca dapat dimengerti melalui empat point, yakni:
- Pemberantasan buta aksara
- Menumbuhkan minat baca
- Tidak ekslusif dan
- Membumi
PEMBERANTASAN BUTA AKSARA
Aksara adalah jendela dunia, pintu bagi sebuah pendidikan dan pengetahuan. Namun masih banyak orang yang buta aksara. Padahal upaya pemberantasannya sudah dilakukan oleh indonesia sejak awal kemerdekaan tahun 1945. Tapi kenapa buta aksara tak kunjung terberantas. Apa sesungguhnya masalah yang terjadi?
MENUMBUHKAN MINAT BACA
Membaca tidak hanya untuk orang orang yang berkacamata tebal, orang yang pintar, orang yang perpendidikan, orang yang kutu buku dan lain sebagainya. Namun membaca adalah untuk semua orang, untuk semua kalangan, dan untuk semua umur. Taman Baca Masyarakat sebenarnya sama dengan Perpustakaan untuk masyarakat, dirubahnya nama menjadi Taman Baca Masyarakat adalah diantaranaya untuk merubah image agar masyarakat tidak merasa takut untuk masuk ke tempat tersebut dan mau mengambil buku dan membacanya.
TIDAK EKSKLUSIF
Perpustakaan yang eksklusif berkesan hanya untuk orang orang dari kalangan ekonomi menengah ke atas sehingga orang orang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang juga membutuhkan ilmu enggan untuk datang ke perpustakaan
MEMBUMI
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, wajar jika kita harus ikut mengimbanginya. Begitu juga dengan perpustakaan, tapi perpustakaan itu sendiri juga harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan, dimana “dia” tidak harus mengaplikasikan kecanggihan teknologinya namun harus di sesuaikan dengan konsumenya atau pemustakanya. Untuk apa perpustakaan yang serba canggih dengan sistem serba komputer jika para konsumennya adalah anak anak yang putus sekolah dan anak anak jalanan yang dari kebanyakan mereka tidak paham dengan komputer.
Jadi, manfaat adanya taman bacaan adalah:
- Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca
- Memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat
- Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri
- Membantu pengembangan kecakapan membaca
- Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Meningkatkan pemberdayaan masyarakat
- Mewujudkan budaya membaca
Semoga sedikit tulisan ini, dapat memberikan gambaran tentang arti penting maupun manfaat membaca dan adanya taman baca masyarakat di lingkungan kita, terutama sekali di Margomulyo, balen, Bojonegoro..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar