Hmm, masih masuk jawa tengah ya, Bojonegoro.
Sabtu, 14 Juli 2012
Bojonegoro di masa lampau
Hmm, masih masuk jawa tengah ya, Bojonegoro.
Jumat, 13 Juli 2012
Penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3
Menpora Andi Mallarangeng foto bersama pemuda peraih penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3 di halaman kantor kemenpora jumat (28/10) malam. (foto: tyo/kemenpora.go.id)
Menpora memberikan apresiasi besar kepada para pemuda yang bisa menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam segi apapun, misalnya di bidang teknologi, pertanian, dan pedesaan. "Terima kasih kepada para pemuda pelopor dan penggerak di pedesaan yang sudah berhasil membuat karya terbaiknya. Ini menjadi bukti bahwa pemuda Indonesia siap bersaing dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin maju," kata Andi.
Tujuan diselenggarakannya pemilihan ini antara lain mendapatkan pemuda-pemuda terbaik sebagai pemuda andalan nusantara dari berbagai bidang, dan memberikan penghargaan kepada pemuda andalan nusantara sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap prestasi yang telah mereka tunjukkan
Asisten Deputi V Bidang Penghargaan dan Promosi, Yuni Purwanti kegiatan yang telah menjaring 40 peserta dari 16 povinsi ini diharapkan setiap tahunya selalu diberikan apresiasi yang baik oleh pemerintah dan para pemuda pelopor ini bisa memberikan sebuah karya dan ide-ide terbaiknya yang bisa dikembangkan terus ke masyarakat luas.
"Kriteria pemuda pelopor ada 5, yaitu menunjukan kepeloporan (pioneer) dalam berkarya, memiliki karya cipta yang bermanfaat bagi masyarakat, memiliki konsistensi dalam mengembangkan karya ciptanya, memiliki keteladanan di masyarakat dan memiliki integritas keimanan dan ketaqwaan," kata Yuni Purwanti.
Daftar Penerima Penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3:
Pemuda Pelopor:
1. Bidang Pendidikan, Thantien Hidayati (Jawa Timur)
2. Bidang Kelautan, Dita Rionaldi (Jawa Timur)
3. Bidang Teknologi Tepat Guna, Wahyu Arrozi (D.I Yogyakarta)
4. Bidang Kewirausahaan, I Gede Andika Prayatna Sukma (Bali)
5. Bidang Seni Budaya dan Pariwisata, Dody Eka (Kalimantan Tengah)
Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan:
1. Maya Valentina (Sumatera Barat)
Wirausaha Muda Terbaik:
1. Ii Hurairoh (D.I Yogyakarta)
(amr)
Jumat, 28 Oktober 2011, 23:45 WIB
Penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3
Menpora Andi Mallarangeng foto bersama pemuda peraih penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3 di halaman kantor kemenpora jumat (28/10) malam. (foto: tyo/kemenpora.go.id) Menpora Andi Mallarangeng foto bersama pemuda peraih penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3 di halaman kantor kemenpora jumat (28/10) malam. (foto: tyo/kemenpora.go.id) Jakarta: Menpora Andi Mallarangeng hari Jumat (28/10) malam menyerahkan penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan) kepada beberapa pemuda yang dinilai berhasil. Penyerahan penghargaan dilakukan di halaman Halaman Kantor Kemenpora, sebelum dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wisanggeni Kridha oleh Ki Mohamad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji. Menpora memberikan apresiasi besar kepada para pemuda yang bisa menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam segi apapun, misalnya di bidang teknologi, pertanian, dan pedesaan. "Terima kasih kepada para pemuda pelopor dan penggerak di pedesaan yang sudah berhasil membuat karya terbaiknya. Ini menjadi bukti bahwa pemuda Indonesia siap bersaing dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin maju," kata Andi. Tujuan diselenggarakannya pemilihan ini antara lain mendapatkan pemuda-pemuda terbaik sebagai pemuda andalan nusantara dari berbagai bidang, dan memberikan penghargaan kepada pemuda andalan nusantara sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap prestasi yang telah mereka tunjukkan Asisten Deputi V Bidang Penghargaan dan Promosi, Yuni Purwanti kegiatan yang telah menjaring 40 peserta dari 16 povinsi ini diharapkan setiap tahunya selalu diberikan apresiasi yang baik oleh pemerintah dan para pemuda pelopor ini bisa memberikan sebuah karya dan ide-ide terbaiknya yang bisa dikembangkan terus ke masyarakat luas. "Kriteria pemuda pelopor ada 5, yaitu menunjukan kepeloporan (pioneer) dalam berkarya, memiliki karya cipta yang bermanfaat bagi masyarakat, memiliki konsistensi dalam mengembangkan karya ciptanya, memiliki keteladanan di masyarakat dan memiliki integritas keimanan dan ketaqwaan," kata Yuni Purwanti. Daftar Penerima Penghargaan Pemuda Pelopor dan PSP-3: Pemuda Pelopor: 1. Bidang Pendidikan, Thantien Hidayati (Jawa Timur) 2. Bidang Kelautan, Dita Rionaldi (Jawa Timur) 3. Bidang Teknologi Tepat Guna, Wahyu Arrozi (D.I Yogyakarta) 4. Bidang Kewirausahaan, I Gede Andika Prayatna Sukma (Bali) 5. Bidang Seni Budaya dan Pariwisata, Dody Eka (Kalimantan Tengah) Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan: 1. Maya Valentina (Sumatera Barat) Wirausaha Muda Terbaik: 1. Ii Hurairoh (D.I Yogyakarta) (amr)
Jumat, 28 Oktober 2011, 23:45 WIB
Jumat, 28 Oktober 2011, 23:45 WIB
prodak syrup apel tropis(putsa)
Bojonegoro, Mendengar nama buah putsa pasti sangat asing, apalagi jika buah yang memiliki banyak manfaat ini dikembangkan dan dibudidayakan di Kabupaten Bojonegoro. Rasanya pasti kita tidak akan mudah percaya, buah yang dikenal juga dengan nama Bidara atau Apel India ini ditangan Dita Rionaldi diolah menjadi aneka produk mulai dari sirup buah putsa, dodol, manisan dan jenang. Pemuda kelahiran Bojonegoro, tanggal 19 Juli 1985 yang pada tahun 2011 ini menjadi juara I pemuda pelopor tingkat nasional dibidang kelautan, ini mampu membuat aneka produk dari buah putsa yang dikembangkan oleh warga Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas yang akrab dengan panggilan pak tris. Dituturkan, Rio, bahwa perkenalan dengan buah putsa ini karena ketidak sengajaan. Saat itu tanpa sengaja dia bertemu dengan pak tris yang membudidayakan tanaman bidara atau apel tropis ini. Kala itu, lanjutnya, dikebun Desa Tanjungharjo sedang panen raya namun karena pemilik kebun belum tahu buah tersebut akan dimanfaatkan untuk apa. Oleh pemilik kebun maka dirinya dipercaya untuk mengolah dan memanfaatkan tanaman tersebut. Bermula dari hal ini maka saat ini buah yang memiliki banyak manfaat dan kaya akan kandungan vitamin c ini sekarang diolah menjadi aneka produk. Masih dalam keterangannya kepada Humas, rio menjelaskan bahwa Tanaman apel putsa tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, mempunyai lapisan organik tinggi, dan struktur tanahnya rendah dan gembur, mempunyai aerasi, penyerapan air, dan porositas baik, sehingga pertukaran oksigen, pergerakan hara dan kemampuan menyimpan airnya optimal. Sehingga tanaman ini bisa tumbuh dan dibudidayakan di Bojonegoro. Di desa Tapelan, Kecamatan Kapas akan Anda temukan perkebunan putsa apel tropis dengan luas lahan sekitar 5.000 m2 dan jumlah pohon sekitar 200 batang yang sudah berbuah. Penanaman putsa yang dimulai bulan Februari 2010 dan memasuki panen raya pertamanya sekitar bulan November tahun lalu. Termasuk tanaman yang dibudidayakan secara organik murni. Putsa apel tropis mengandung vitamin B dan C yang lebih banyak dari jeruk dan dibawah sedikit dari jambu biji. Menjadikan buah ini kerap dijadikan pilihan sebagai makanan subsitusi. Hasil panen yang bisa mencapai 2 kwintal tiap harinya membuat kami untuk bisa menjadikannya suatu olahan. Sehingga bukan hanya dapat dikonsumsi dalam buah segar, tetapi juga dinikmati berupa olahan buah. Ditambahkan, saat ini tanaman putsa yang dikembangkan bersama dengan pak tris sedang berbuah dan buahnya baru sebesar kelengkeng, diperkirakan musim panen nanti diperkirakan nanti pada Bulan Maret mendatang. Untuk pemasaran saat ini masih memenuhi permintaan dari beberapa kota antara lain wilayah surabaya. Diakui Rio untuk tanaman ini masih belum begitu dikenal luas oleh masyarakat sehingga saat ini dia tengah mengupayakan promosi untuk mengenalkan tanaman yang diharapkan nantinya akan menjadi ikon bagi Kabupaten Bojonegoro selain produk-produk yang selama ini kita kenal. Diakui bahwa saat ini tengah mengajukan hak paten untuk tanaman dan produk olahan dari buah putsa ini, serta ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Secara manfaat tanaman buah ini memiliki manfaat yang sangat luar biasa mulai dari untuk kesehatan dan bagi mereka yang sedang melakukan program diet. (hms/Atk)
Mudanya Apel, Tuanya bak Kurma
Jangan coba-coba menanam pohon ini, jika Anda malas merawat tanaman. Bila dibiarkan (tanpa pemangkasan) maka pohon ini akan berubah menjadi semak belukar yang menutupi sebagain besar halaman Anda dan sifatnya memang ekspansif.
Sedikit Uraian Tentang Putsa
Asal tanaman ini dari negri Tirai bambu, dengan berbagai nama/ sebutan yang lucu-lucu. Nama latinnya aja ‘Ziziphus ziziphus’. Di Thailand terkenal dengan nama ‘Putsa’. Adalagi yang menyebutnya ‘Chinese date’, ‘Indian plum’, atau ‘Indian jujube’. Bahkan ada yang menyebutnya ‘Apel India’, ‘Kurma India’, atau Apel dataran rendah, sedangkan kita menyebutnya ‘Widara’. Bingungkan??? Tapi kenapa paling banyak menyebut kata ‘India’, mungkin karena disanalah mulai dibudidayakan secara modern dan dalam skala besar. Dari namanya saja sudah kebaca betapa plin=plannya (bingungnya) orang memandang tanaman buah ini, Itu memang sangat beralasan, betapa tidak? Kalau masih muda berwarna hijau kekuningan rasa buahnya kayak Apel, tetapi kalau sudah tua berwarna merah rasanya jadi berubah kayak Kurma.
Sebenarnya ini menjawab kebutuhan kita akan Apel dan Kurma yang tidak bisa berbuah di sembarang tempat. Dengan Putsa, kita mampu memetiknya langsung di pohonnya di dataran rendah lagi.
Selama ini kita masih kurang menghargai Widara, karena memang dianggap dari kultivar yang rendah (kurang unggul). Sekarang dengan masuknya Putsa, kita bisa kok mengebunkan secara komersial, apalagi bila kita mau, tanaman ini bisa dimanipulasi dengan hormon menjadi lebih besar (bisa sebesar apel manalagi), lebih manis dan enak buahnya.
Sumber: http://buahbuahimpian.blogspot.com/
Sedikit Uraian Tentang Putsa
Asal tanaman ini dari negri Tirai bambu, dengan berbagai nama/ sebutan yang lucu-lucu. Nama latinnya aja ‘Ziziphus ziziphus’. Di Thailand terkenal dengan nama ‘Putsa’. Adalagi yang menyebutnya ‘Chinese date’, ‘Indian plum’, atau ‘Indian jujube’. Bahkan ada yang menyebutnya ‘Apel India’, ‘Kurma India’, atau Apel dataran rendah, sedangkan kita menyebutnya ‘Widara’. Bingungkan??? Tapi kenapa paling banyak menyebut kata ‘India’, mungkin karena disanalah mulai dibudidayakan secara modern dan dalam skala besar. Dari namanya saja sudah kebaca betapa plin=plannya (bingungnya) orang memandang tanaman buah ini, Itu memang sangat beralasan, betapa tidak? Kalau masih muda berwarna hijau kekuningan rasa buahnya kayak Apel, tetapi kalau sudah tua berwarna merah rasanya jadi berubah kayak Kurma.
Sebenarnya ini menjawab kebutuhan kita akan Apel dan Kurma yang tidak bisa berbuah di sembarang tempat. Dengan Putsa, kita mampu memetiknya langsung di pohonnya di dataran rendah lagi.
Selama ini kita masih kurang menghargai Widara, karena memang dianggap dari kultivar yang rendah (kurang unggul). Sekarang dengan masuknya Putsa, kita bisa kok mengebunkan secara komersial, apalagi bila kita mau, tanaman ini bisa dimanipulasi dengan hormon menjadi lebih besar (bisa sebesar apel manalagi), lebih manis dan enak buahnya.
Sumber: http://buahbuahimpian.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
