Senin, 20 Agustus 2012

Taman Bacaan, Tempat Training Bernuansa Pedesaan dan Pusdiklat Peternakan dan Perikanan

Written By DITA RIONALDI & Personal, community development

Inilah cita-cita muluk saya yang sebenarnya agak sungkan saya ekspos disini yaitu membuat taman bacaan yang sekaligus menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang saya beri nama SAE “ Sinau Andandani Ekonomi “ lewat budidaya Peternakan dan Perikanan.

Mengapa sungkan ? Karena rasanya akan butuh waktu cukup lama untuk merealisasikannya, terkait dengan besar biaya dan effort yang mesti dikeluarkan. Saya khawatir jadi omdo kalau belum apa-apa sudah bicara terlalu banyak. Mengapa akhirnya tetap saya publikasikan meski agak sungkan ? Karena siapa tahu hal ini akan mendorong saya jauh lebih bersemangat dalam merealisasikannya.

Membuat taman bacaan dan membuat usaha budidaya adalah cita-cita saya sejak lama yang didorong oleh hobby saya membaca buku dan berwirausaha. Taman bacaan yang saya cita-citakan bukan sekedar bangunan tempat untuk membaca buku melainkan berfungsi sebaga tempat anak-anak untuk belajar berkarakter dan bermain. Saya pernah berpikir apakah akan membuatnya di tempat tinggal saya sekarang di Surabaya atau di tempat kelahiran saya sekaligus tempat tinggal istri saya di Bojonegoro. Setelah mempertimbangkan nilai-nilai positifnya, saya memutuskan untuk membuatnya di kota kelahiran saya dan desa tempat tinggal istri saya di Margomulyo Balen Bojonegoro.

Pertimbangannya sederhana,mengutip puisinya Balada si Roy : “ karena di sana aku ada, besar, nakal dan mimpi-mimpi “

Rencana berikutnya adalah membuat lokasi training Peternakan dan Perikanan dengan suasana yang lebih santai. Lokasi training sekaramg sebenarnya sudah memadai namun saya ingin membuat dan memiliki lokasi training yang lebih nyaman, menentramkan dan bersuasana pedesaan. Harapannya,  para peserta training yang sebagian besar bekerja dibidang pembudidaya bisa sekalian berlibur selama menjalani proses pelatihan.

Dari sisi komunitas rencana saya adalah membuat semacam Pusat pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Peternakan dan Perikanan. Jika nanti ada rekan-rekan yang ingin mengadakan kopdar atau acara ngoprek bareng yang bersuasana santai dengan aura lingkunganm pedesaan bisa menggunakannya secara leluasa. Hal ini merupakan bagian dari sinergi saya dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat karena pada dasarnya Team yang saya bangun berasal dari komunitas juga.

Seorang boss perusahaan klien di daerah Wonokromo pernah berkata bahwa cita-cita saya itu bagus tapi perlu uang banyak sekali. Ia berkata bahwa kalau saya sudah kaya raya mungkin bisa mewujudkannya. Meski komentarnya terasa kejam dan pedih (hahaha), saya menerimanya dengan baik karena memang demikian adanya. Masalahnya, kalau menunggu kaya, kapan kayanya dong ah.

Itu sebabnya ketika beberapa waktu lalu istri saya mengabari ada tanah yang disewakan, saya berusaha keras untuk menyewanya. Niat omong kosongnya sih saya ingin membeli tanah paling tidak seluas 1000 M2. Masalahnya, tanah segitu harganya nggak kira-kira. Kalau saya menunggu uang saya cukup mungkin tidak akan pernah cukup sehingga akhirnya saya memutuskan untuk menyewa. Dengan uang tabungan, uang pinjaman dari adik dan kakak ditambah dengan beberapa pendapatan dari project Pelatihan di PT Badak LNG Kaltim. Saya akhirnya menyewa tanah seluas 700 M2. Tanah tersebut masih berupa tanah tidak aktif dengan beberapa tanaman bambu diatasnya.

Saya menginginkan baik taman bacaan maupun tempat training dan Pesdiklat akan berbentuk saung dengan kolam ikan, tempat mancing dan peternakan sapi atau kambing dengan pakan konsentrat sehingga tidak menimbulkan bau kotoran hewan ternak tersebut.

Saat beberapa pekan lalu saya berkunjung ke tanah yang baru saya sewa, wujudnya masih berantakan. Masih dalam bentuk tanah yag belum rata dan banyak pohon bambu disana-sini. Imajinasi saya mulai bermunculan jauh pengembangan ke depan tentang pemberdayaan masyarakat dan perputaran ekonomi yang sustainable di desa saya tinggal.

Saya tahu mungkin jalannya akan terjal dan berliku dalam mewujudkan niat diatas namun namanya juga usaha, siapa tahu bisa terwujud meski saya harus bekerja keras dan cerdas untuk merealisasikannya. Saya berharap di tahun 2013 mungkin sudah bisa menambah luas tanah sekaligus menambah beberapa fasilitas yang bisa langsung dijadikan sebagai tempat untuk ngoprek atau menginap.

Semoga saya bisa merealisasikannya dan tulisan ini tidak sekedar menjadi prasasti mimpi-mimpi saja. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih sepuluh jari saya haturkan kepada istri saya tercinta, kang Tondo, kang Candra, kang To’ib,kang fauzi,kang pinto dan kang Imam dan teman-teman yang belum saya sebut namanya dalam membantu mewujudkan mimpi-mimpi saya.

                                               

Dita Rionaldi, Pemuda Pelopor Juara I Tingkat Nasional (Kelautan) Tahun 2011, mengembangkan edukasi, rehabilitasi, sebagai bahan baku makanan, dan obat-obatan di Kelompok Tani Mangrove Wonorejo Surabaya.

1 komentar: